MAKNA AGAMA

Teori Kebenaran
Teori Korespondensi : kesesuaian antara pernyataan dengan kenyataan.

Teori Koherensi : kesesuaian antara suatu pernyataan dengan pernyataan lainya yang sudah terlebih dahulu diketahui dan diakui.
Teori Pragmatis : suatu proposisi adalah benar sepanjang proposisi itu berlaku works, atau memuaskan satisfies. Adapun batu ujinya adalah : kegunaan utility, dapat dikerjakan workablity, dan akibatnya memuaskan satisfactory consequence

Contoh utility dalam agama
Abdul Ahad & Mehdi Hassan dalam artikel “Some Medical Aspects of Shalat” Menyatakan bahwa:
“selama sujud, seseorang harus mendukung tubuhnya pada lutut, tangan dan dahi. Postur ini memiliki pengaruh pada sendi intervertebral, mulut rahim, dan tulang belakang, dan ketika seseorang meletakan berat tubuhnya pada kaki yang terlipat di lutut, otot-otot ini aktif dalam berbagai derajat yang membantu peredaran pada pembuluh balik, dan terjadi pemijatan pada otot-otot ini.”

Contoh utility dalam agama
Al Qur’an memberikan pencerahan pada pembaca dan pendengarnya, merupakan obat/penawar (QS. 17:82)
Penelitian Dr. Ahmed E. Qazi dkk menunjukan bahwa tekanan darah yang tinggi menurun selama mendengar Al Qur’an
Transmisi suara dan fibrasi dari huruf-huruf al Qur’an menstimulasi perasaan akan kekuatan, ketenangan, konsentrasi, keagungan dan lain-lain

Institusi Kebenaran (Ilmu)
Ilmu Pengetahuan
Usaha pemahaman manusia yang disusun dalam satu sistema mengenai kenyataan, struktur, pembagian, bagian-bagian dan hukum-hukum tentang hal-ihwal yang diselidiki (alam, manusia, dan agama) sejauh yang dapat dijangkau daya pemikiran yang dibantu penginderaan manusia yang kebenarannya diuji secara empiris, riset, dan eksperimental. (Saefudin MA, Endang)

Ilmu Pengetahuan (lanjutan)
Prosedur metode ilmiah
Koleksi, Observasi, Seleksi, Klasifikasi, Interpretasi, Generalisasi, Hipotesa, Verifikasi, Evaluasi, Perumusan Teori, Perumusan Dalil.
Objek Ilmu
Objek materia : manusia & alam
Objek forma : aspek-aspek pada manusia & alam
Ciri Ilmu
Akumulatif, rasional, empirik, & umum
Fungsi Ilmu
Deskriptif, pengembangan, prediksi, & control

Pengetahuan dalam hidup manusia
Pertama, dorongan untuk mengetahui justru lahir dari keterpaksaan untuk mempertahankan hidupnya.
Kedua, kebutuhan manusia untuk menemukan tata susunan yang sesungguhya dalam kenyataannya. Hubungan manusia dengan alam mengandung unsure ikhtiar tidak bersifat alamiah dan ketundukkan mutlak belaka.
Ketiga, dorongan untuk mengetahui menyangkut penilaian mengenai realisasi mengadanya manusia.

Kriteria Ilmu yang Berguna
Dapat meningkatkan pengetahuannya kepada Allah
Efektif dapat membantu mengembangkan masyarakat Islam dan merealisasikan tujuan-tujuannya
Dapat membimbing orang lain
Dapat memecahkan berbagai problem masyarakat manusia

Institusi Kebenaran (Filsafat)
Filsafat : hasil daya upaya manusia dengan akal budinya untuk memahami (mendalami dan menyelami) secara radikal dan integral serta sistematik hakikat sarwa yang ada, yaitu hakikat Tuhan, Manusia, dan Alam. (Saefudin MA, Endang)
Menurut Immanuel Kant: filsafat adalah ilmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang mencakup empat persoalan:
1. Apakah yang dapat ketahui (metafisika)
2. Apakah yang boleh dikerjakan (etika)
3. Sampai dimanakah pengharapan kita (agama)
4. Apakah yang dinamakan manusia (antropologi)
Cabang-cabang filsafat:
1. Metafisika: filsafat tentang hakikat yang ada di balik fisika/di atas jangkauan manusia/bersifat transenden.
2. Logika: filsafat tentang fikiran yang benar dan yang salah.
3. Etika: filsafat tentang tingkah laku yang baik dan yang buruk.
4. Estetika: filsafat tentang krasi yang indah dan yang jelek.
5. Epistemologi: filsafat tentang ilmu pengetahuan.
Ciri pikiran kefilsafatan
1. Konsepsional
2. Saling berhubungan
3. Koheren
4. Rasional
5. Menyeluruh (komprehensif)
6. Suatu Pandangan dunia
7. Suatu definisi pendahuluan
Konsepsi: hasil generalisasi serta abstraksi dari pengalaman ttg hal-hal serta proses satu demi satu
Saling berhubungan: Utk mengatakan apakah kebenaran, org hrs berusaha menemukan apa yg dinamakan kenyataan.
Bersifat koheren (runtut)
Rasional: penyusunan bagan konseptual bersifat rasional dimana bagian-bagiannya logis berhubungan satu dgn yg lain
Konprehensif: tdk ada sesuatupun yg berada diluar jangkauannya. Filsafat berusaha memberikan penjelasan ttg dunia seluruhnya, termasuk dirinya sendiri. Filsafat mencari kebenaran ttg segala sesuatu dan kebenaran ini hrs dinyatakan dlm bentuk yg paling umum
Pandangan dunia: Memberikan keterangan ttg dunia dan semua hal yg ada di dlmnya.
Definisi pendahuluan: Dgn mengingat ciri-ciri perenungan kefilsafatan kita dpt memberikan definisi ttg filsafat berupa definisi operasional. Filsafat merupakan hasil perenungan kefilsafatan yg dpt dikatakan ttg pemikiran ilmiah.

Tujuan dan fungsi filsafat
1. Tujuan filsafat adalah kebenaran yang sebenar-benarnya. (Takdir Alisjahbana)
2. Filsafat melebihi dari sekedar pemandangan umum, memberi anjuran, membuat daftar yang berharga dan tidak berharga dalam hidup, memberi arti dan tujuan hidup manusia, memberi pandangan dunia/weltanschauung (Karl Jaspers)
3. Tugas filsafat bukanlah sekedar mencerminkan semangat masa di mana kita hidup melainkan membimbingnya maju. Fungsi filsafat adalah kreatif, menetapkan nilai, menetapkan tujuan, menentukan arah dan menuntun pada jalan-jalan baru (Radhakrishnan)
Agama/Dien
Din dalam bahasa Semit memiliki makna undang-undang atau hukum
Din dalam bahasa Arab mempunyai arti menguasai, mendudukkan, patuh, hutang, balasan, kebiasaan.
Bila kata ad-din disebutkan dalam rangkaian dinullah, maka hal ini dipandang bahwa agama tersebut berasal dari Allah, sedangkan jika disebut din-nabi, maka hal ini dipandang nabi lah yang melahirkan dan menyiarkannya, namun apabila disebut din-ummah, maka hal ini dipandang bahwa manusialah yang diwajibkan memeluk dan menjalankan
Definisi agama
Definisi agama selalu bersifat satu sisi, parsial, dan tidak mencakup. Menurut Leuba definisi agama terbagi dalam 3 (tiga) kategori:
 Intelektualistik (menegaskan kepercayaan)
 Voluntaristik (menekankan kemauan)
 Afektivistik (menyangkut perasaan)
The Psychological Study of Religion
Psikografi Agama
Dimensi ideologis, berkaitan dengan apa yang harus dipercayai. Ada tiga kategori kepercayaan:
 Kepercayaan yang menjadi dasar esensial agama
 Kepercayaan yang berkaitan dengan tujuan Ilahi dalam penciptaan manusia
 Kepercayaan yang berkaitan dengan cara terbaik untuk melaksanakan tujuan Ilahi
Dimensi Ritualistik, berkaitan dengan sejumlah perilaku/ritual
Psikografi agama (lanjutan)
Dimensi Eksperensial, berkaitan dengan perasaan keagamaan yang dialami oleh penganut agama
Dimensi Intelektual, berkaitan dengan informasi yang harus diketahaui para pengikutnya
Dimensi Konsekuensial, berkaitan dengan akibat ajaran agama dalam perilaku umum, yang tidak secara langsung dan secara khusus ditetapkan agama
Institusi Kebenaran (Agama)
Agama : suatu peraturan yang mendorong jiwa seseorang yang mempunyai akal, memegang peraturan Tuhan dengan kehendaknya sendiri untuk mencapai kebaikan hidup di dunia dan kebahagian di akhirat.( Prof. Abdul Munim)

Agama : ajaran tentang kewajiban dan kepatuhan terhadap aturan, petunjuk, perintah, yang diberikan Allah kepada manusia lewat utusan-utusan-Nya.(H. Agus Salim)
Pengertian Agama (lanjutan)
Katholik : segala bentuk hubungan manusia dengan yang Suci. Terhadap yang Suci manusia kurang pantas, sama sekali tergantung, takut karena sifatnya yang dahsyat (tremendum), tetapi manusia sekaligus tertarik kepadanya karena sifat-sifatnya yang mempesonakan (fascimmosum).

Pengertian Agama (lanjutan)
Psikologi agama : pengakuan pribadi terhadap yang dihayati sebagai “Yang Adi Insani/Super Human” yang menggejala dalam penghayatan dan tingkah laku orang yang bersangkutan lebih-lebih kalau usahanya untuk menyelaraskan dengan yang Adi Insani.
Pengertian Agama (lanjutan)
Hindu
Agama: kepercayaan hidup pada ajaran-ajaran suci yang diwahyukan oleh Sang Hyang Widhi yang kekal dan abadi.
Budha
Agama : suatu badan dari ajaran kesusilaan dan filsafat dan pengakuan berdasarkan keyakinan terhadap pelajaran yang diakui baik.

Konseptualisasi agama berdasarkan tingkat analisis personal-sosial, fungsi-substansi
䦋㌌㏒㧀낈ᖺ琰茞ᓀ㵂Ü Fungsi (1) Substansi (2)
Personal
(1) Apa saja yang memenuhi tujuan keagamaan individu, seperti: memberikan makna, mengurangi rasa bersalah, memberikan bimbingan moral, membantu menghadapi maut, dst Kepercayaan individu yang khusus. Kesadaran personal akan adanya yang sakral, transenden, dan Ilahi
Sosial
(2) Apa saja yang menjalankan fungsi agama di masyarakat. Berjalannya proses kelompok dalam kelompok agama Perumusan ajaran agama yang resmi. Konsensus kelompok tentang kepercayaan dan praktik. Sikap di hadapan publik yang diambil gereja, sinagog, mazhab, sekte

Ciri-ciri Khas Agama
Kepercayaan kepada wujud supranatural (Tuhan)
Pembedaan antara objek sakral dan profan
Tindakan ritual yang berpusat pada objek sakral
Tuntunan moral yang diyakini ditetapkan oleh Tuhan
Perasaan yang khas agama (ketakjuban, perasaan minteri, rasa bersalah, pemujaan), yang bangkit di tengah objek sakral atau ketika menjalankan ritual dan yang dihubungkan dengan gagasan ketuhanan
Sembahyang dan bentuk komunikasi lainnya dengan Tuhan
Pandangan dunia atau gambaran umum tentang dunia secara keseluruhan dan tempat individu di dalamnya. Gambaran ini mengandung penjelasan tentang tujuan menyeluruh dari dunia ini dan petunjuk tentang bagaimana individu menempatkan diri di dalamnya
Pengelolaan kehidupan yang bersifat menyeluruh, yang didasarkan pada pandangan dunia tersebut.
Kelompok sosial yang diikat bersama oleh hal-hal di atas
Metode Pemikiran Keagamaan
l Metode lahiriah dan formal dalam agama
l Metode pemahaman intelektual
l Metode penghayatan rohaniah yang dicapai melalui keikhlasan dalam ibadah kepada Tuhan.
(al-Thabathabaiy)
Empat golongan manusia:
hubungan kepercayaan-pengetahuan

Pengetahuan

Iman Iman berpengetahuan

Ada iman dan ada pengetahuan Iman buta

Ada iman, tidak ada pengetahuan
Penolakan buta

Tidak ada iman, tidak ada pengetahuan Penolakan berpengetahuan

Tidak ada iman, ada pengetahuan

Empat golongan manusia:
hubungan kepercayaan-amal
䦋㌌㏒㧀낈ᖺ琰茞ᓀ㵂Ü Amal

Iman Mukmin Konsisten

Ada iman dan ada amal Munafik

Ada iman, tidak ada amal
Non-Mukmin Konsisten

Tidak ada iman, tidak ada amal Agnostik moral

Tidak ada iman, tetapi beramal baik

Peranan dan Fungsi Agama
Agama mendidik manusia menjadi tentram, damai, tabah, dan tawakal serta ulet dan pencaya pada diri sendiri.
Agama dapat membentuk dan mencetak manusia menjadi berani berjuang menegakkan kebenaran dan keadilan dengan kesiapan mengabdi dan berkorban.
Agama memberi sugesti kepada manusia agar jiwanya tumbuh sifat mulia.
Referensi
Anshary M.A., Endang, Ilmu, Filsafat, dan Agama
Rahmat, DR. Jalaludin, Psikologi Agama
Al-Thabatabaiy, Inilah Islam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s