MELAHIRKAN ANAK-ANAK PERADABAN

“kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Alloh, sekirannya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; diantara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.”(QS.Ali Imron 3:110).
sebuah peradaban pasti mengalami masa-masa pertumbuhan, konsolidasi, keemasan, pembusukan dan kemudian keruntuhan. dan kaidah Alqur’an sebagai mudawalah(pergiliran). “Jika kamu(pada perang uhud) mendapat luka, maka sesunggguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang badar) mendapat luka yang serupa, dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Alloh membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) Syuhada, dan Alloh tidak menyukai orang-orang yang dzalim.”(QS. Ali Imron : 140).
Menyelami jatuh bangunnya sebuah peradaban selalu bergaris pada dua hal yaitu era kebangkitan dan era keruntuhan. Perbedaan antara keduannya terletak pada titik kulminasi yang dilewatinya. Pasca jatuhnya khilafah terakhir di Turki pada tahun 1924 H, jelas arah perjuangan peradaban islam memasuki era baru yang kita sebut sebagai masa kebangkitan, inilah sunnatulloh yang berlaku bagi kita yaitu beban perjuangan untuk mengembalikan Al Islam sebagai rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil alamin).
Ibnu Khaldun menyatkan kehancuran suatu peradaban disebabkan oleh hancur dan rusaknya sumber daya manusia, baik secara intelektual maupun moral. Beliau menegaskan bahwa “Tindakan amoral, pelanggaran hukum dan penipuan, demi tujuan mencari nafkah meningkat di kalangan mereka, jiwa manusia dikerahkan untuk berfikir dan mengkaji cara-cara mencari nafkah, dan untuk menggunakan segala bentuk penipuan untuk tujuan tersebut. Masyarakat lebih suka berbohong, berjudi, menipu, menggelapkan, mencuri, melanggar sumpah dan memakan riba.”
Ibnu Khaldun meringkas sepuluh perkara yang menyebabkan jatuhnya sebuah peradaban, yaitu:
1. rusaknya moralitas penguasa
2. Penindasan penguasa dan ketidak adilan
3. despotisme atau kedzaliman
4. Orientasi kemewahan masyarakat
5. egoisme
6. Opportunisme
7. Penarikan pajak secara berlebihan, keikutsertaan penguasa dalam kegiatan ekonomi rakyat
9. Rendahnya komitmen masyarakat terhadap agama
10. penggunaan pena dan pedang secara tidak tepat.
Sebaliknya bangkitnya suatu peradaban membutuhkan perbaikan moral dan penguasaan ilmu pengetahuan, jika umat Islam ingin membangun kembali peradabannya, mereka harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tanpa ini kebangkitan Islam hanya akan menjadi utopia belaka.
Salah satu ciri terpenting peradaban Islam adalah perhatiannya terhadap ilmu pengetahuan, dan ini telah terbukti bahwa perjalanan panjang peradaban Islam diwarnai oleh lahirnya ilmuwan Muslim dalam berbagai bidang dengan prestasi dalam bidang masing-masing. salah satu pertanda kemunduran ummat Islam yang banyak disoroti adalah merosotnya cendikiawan Muslim dalam mengembangkan ilmu pengetahuan Islam. Meskipun ada pula yang menyoroti kemunduran bidang ekonomi, politik dan budaya.
Kondisi umat saat ini tak ubahnya seperti seekor domba yang berada di tengah-tengah srigala lapar. Dicabik dari kanan dan kiri, digerogoti dari depan dan belakang serta terkoyak-koyak dari segala arah. Menjauhkan umat ini dari tuntunan yang syar’i dan syamil telah membuat umat ini terombang-ambing ditengah laut luas. Umat kehilangan jati diri dan Izzah (kemuliaan). umat ini menjadi umat yang terpinggirkan, teraniaya, tersiksa tanpa bisa berbuat apa-apa.
“Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”(QS. Al-Baqoroh : 155).
Tetapi garis kebangkitan itu adalah suatu keniscayaan, kemenangan Al-Haq atas kebathilan adalah sunnatulloh yang pasti terjadi, karenannya kita harus menumbuhkan optimisme dalam diri kita akan datangnya kemenangan itu. walau untuk menebusnya harus melalui perjuangan melelahkan dan berdarah-darah.
kita sebagai anak yang lahir dari rahim Islam seharusnya menyadari dan mampu memerankan diri sebagai arsitek-arsitek peradaban Islam Seorang arsitek peradaban Islam dituntut untuk menciptakan desain terlebih dahulu untuk peradaban yang akan ia bangun, kita harus mampu menghadirkan dalam fikiran kita, peradaban yang bagaimana yang kita inginkan.
Wassalam

One response to “MELAHIRKAN ANAK-ANAK PERADABAN

  1. NUMPANG INFO YA BOS… bila tidak berkenan silakan dihapus:-)

    LOWONGAN KERJA GAJI RP 3 JUTA HINGGA 15 JUTA PER MINGGU

    1. Perusahaan ODAP (Online Based Data Assignment Program)
    2. Membutuhkan 200 Karyawan Untuk Semua Golongan Individu yang memilki koneksi internet. Dapat dikerjakan dirumah, disekolah, atau dikantor
    3. Dengan penawaran GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan Dan Potensi penghasilan hingga Rp3 Juta sampai Rp15 Juta/Minggu.
    4. Jenis Pekerjaan ENTRY DATA(memasukkan data) per data Rp10rb rupiah, bila anda sanggup mengentry hingga 50 data perhari berarti nilai GAJI anda Rp10rbx50=Rp500rb/HARI, bila dalam 1bulan=Rp500rbx30hari=Rp15Juta/bulan
    5. Kami berikan langsung 200ribu didepan untuk menambah semangat kerja anda
    6. Kirim nama lengkap anda & alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami, info dan petunjuk kerja selengkapnya kami kirim via Email >> https://lowonganterbaik.wordpress.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s